NAGA BONAR DAN PASUKAN HADIR DI PEKANBARU

Suasana yang berbeda terjadi di Mal Ciputra Pekanbaru hari Sabtu, 24 Mei 2008 lalu. Sore itu, salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota ini kedatangan 4 orang pejuang yang berasal dari Sumatera Utara. Mereka adalah Jenderal Naga Bonar, Permaisuri Kirana, Mayor Lukman, dan Kopral Bujang. Tentunya mereka bukan pejuang beneran. Mereka adalah tokoh-tokoh yang ada dalam sebuah film legendaris Indonesia yang berjudul Naga Bonar.

Bagi anda yang pernah menonton film yang ceritanya di tulis oleh seniman besar Indonesia Asrul Sani, tentunya tidak asing lagi dengan tokoh-tokoh tersebut. Kehadiran mereka hari itu adalah guna memenuhi undangan Gubernur Riau Rusli Zainal, dalam acara Nonton Bareng Naga Bonar yang dipersembahkan khusus dalam rangka memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional.
Tentu saja kehadiran para pemeran dalam film Naga Bonar -Deddy Mizwar sebagai Jenderal Naga Bonar, Nurul Arifin sebagai Kirana, Wawan Wanisar sebagai Mayor Lukman, dan Afrizal Anoda sebagai Kopral Bujang- dan juga Sang Produser yang memproduksi ulang/memperbaiki film ini Zairin Zain (Naga Bonar Jadi 2), serta Gubernur Riau Rusli Zainal, membuat heboh para pengunjung mal. Ada yang berteriak memanggil-manggil, ada yang sibuk memfoto, dan sebagainya.


Pada kesempatan itu, para penonton bioskop Riau 21 yang terdapat di mal itu, dapat menonton film peraih Piala Citra (1987) itu secara gratis bersama dengan para pemerannya tadi. Dan ternyata, selain gratis, para penonton juga mendapatkan snack yang disediakan oleh pihak EO.

Suatu kebahagiaan tersendiri rasanya bisa menyaksikan kembali Film ini apalagi bersama para tokohnya. Bagiku, film seperti ini adalah pengobat rasa rinsu akan Film Indonesia yang “meng-Indonesia”. Kehadiran film ini tentunya juga diharapkan dapat membangkitkan kembali Rasa Nasionalisme generasi muda Indonesia, untuk berbuat lebih baik lagi bagi kemajuan negeri ini. Dan khusus buat para sineas muda Indonesia yang menurutku sudah mengalami krisis kebangsaan dan keimanan (karena ingin membubarkan Lembaga Sensor Film), hendaknya tergugah hatinya untuk memproduksi film yang lebih bermutu bagi budaya negeri kita.

Special thx to:
- Harry, udah ngajak aku nonton
- Teguh, for the picture (udah lama aku impikan bisa berfoto dengan Sang Jenderal)
foto jo nagobonar tu bisa dikasih judul Nagabonar Jadi Nago
max
Mei 26, 2008 pada 4:52 pm
iya.. nagabonar emg keren!! dan say nge fans bener sama om Deddy.. apalagi dalam film kiamat sudah dekat..
RawkchitecT
Juni 1, 2008 pada 5:53 am
Cieee, yang bisa foto ama Dedy Mizwar!
Vina Revi
Juni 4, 2008 pada 5:54 am
menarik nih. film indo kebanyakan horor maka naga bonar yang dilepas.
monsterikan
Juni 5, 2008 pada 4:23 pm
Waduh, keren fotonya…
Tapi semoga gak karena ketemu ma tokoh utama, maka tulisannya jadi ikutan memuji n keren gini…He he he…
Sukses terus mas….
vinnamelwanti
Juni 6, 2008 pada 11:51 am
Thanks Pak…Dah diedit tulisan KPK ku…Aduh malah inget ke SBY…
Bener, ada yang bilang kaya Pendekar Mabuk…Lagi harinya..Lagi musimnya…Moga tikusnya gak lari ke dalam…..
vinnamelwanti
Juni 9, 2008 pada 8:47 pm
Btw…Kok aku gak dimasukin jadi temen blogroll nya Yak…Hiks..
vinnamelwanti
Juni 9, 2008 pada 8:47 pm
saya suka banget sama filem naga bonar
yang pertama sumpah keren…..
cara pnyampaian cinta nya pun terasa unik/tapi bagus dan jujur tuh….
di bandingkan dengan film2 sekarang
kelihatan banget di buat2nya…
yah jarang lah yang bagus nya…
deni anggara
Juli 22, 2008 pada 4:47 am
Naga Bonar memecahkan kekusutan film-film dan sinetron yang hanya berkotak dalam cinta remaja.
nusantaraku
Februari 23, 2009 pada 12:46 am
saya cari orangnya bukan naga bonar..gapake,
bonar
Agustus 13, 2011 pada 8:28 pm