…berbagi cerita untuk semua

DUKUNGLAH MERAH-PUTIH, KARENA KAU INDONESIA

leave a comment »


Pertandingan terakhir babak penyisihan grup Piala Asia atau AFC Cup 2007 baru saja berakhir. Dari 4 tuan rumah bersama (Thailand, Vietnam, Malaysia dan Indonesia), hanya Vietnam yang masih bertahan dan melaju ke babak perempat final. Tiga lainnya termasuk Indonesia harus puas hanya menjadi tuan rumah yang baik dalam even akbar
sepakbola di Asia ini.
Dari awal publik Indonesia mungkin memang tidak berharap banyak tim Merah-Putih akan melangkah lebih jauh di even 3 tahunan ini. Ini melihat para penghuni grup D yang terdiri dari Arab Saudi dan Korea Selatan yang merupakan kekuatan besar di Asia, ditambah Bahrain yang merupakan Semi Finalis Piala Asia 2004 di Beijing. Namun kemudian harapan itu tumbuh ketika tim ini berhasil mengalahkan Bahrain dalam pertandingan pertama grup D dengan skor 2-1. Saat itu Indonesia bahkan menjadi pimpinan grup karena Arab Saudi bermain imbang dengan Korsel. Harapan tersebut juga masih ada dalam diri publik Indonesia karena walaupun kalah 1-2 dari Arab Saudi, namun ditempat terpisah Korsel justeru kalah dari Bahrain 1-2. Peluang inilah yang harus dimanfaatkan oleh timnas untuk mencatat sejarah pertama kali lolos ke babak kedua Piala Asia. Syaratnya menang lawan Korsel, atau minimal seri (dengan catatan Arab Saudi menang lawan Bahrain). Namun ternyata harapan tinggal harapan. Walaupun Arab Saudi berhasil mengalahkan Bahrain, namun Indonesia juga kalah dari Korsel (0-1). Dan akhirnya tim Merah-putih tidak berhasil mencatat sejarah barunya. Stadion Gelora Bung Karno yang penuh dengan pendukung tuan rumah ditambah kehadiran Presiden SBY ternyata tidak mampu untuk menjadi kekuatan tambahan bagi timnas Indonesia untuk meraih kemenangan.

BELUM MENDAPAT DUKUNGAN PENUH
Melihat antusiasme masyarakat Indonesia menyaksikan Piala Asia 2007, sangat kontras dengan antusiasme pada saat penyelenggaraan Piala Dunia, Piala Eropa, atau bahkan Piala Copa Amerika. Paling tidak ini bisa dilihat dari dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia terhadap perjuangan Tim Nasionalnya. Mungkin stadion Gelora Bung Karno tempat Timnas bertanding penuh sesak dengan pendukung yang datang dari berbagai penjuru tanah air. Namun, diluar stadion, dipelosok-pelosok tanah air lainnya, nada-nada miring tentang Timnas justeru banyak terdengar. Kata-kata yang tidak sedap tentang Tim Merah-Putih banyak diungkapkan orang-orang. “Indonesia bongak (bodoh: red)”, “Baguslah Indonesia kalah”, kata-kata tersebut beberapa kali diungkapkan oleh beberapa teman saya yang justeru penggila bola (yang selalu nonton liga-liga Eropa dan fanatik dengan salah satu tim nasional negara-negara besar dalam sepak bola). Apalagi oleh orang yang bukan penikmat sepak bola, mereka bahkan tidak kenal satupun pemain Indonesia. Bahkan isteri saya di rumah justeru merasa senang ketika Korsel menang, karena Ia adalah penggila film-film Korea. Ironis memang melihat kenyataan ini. Apakah hanya kemenangan yang akan membuat Tim Merah-Putih di dukung oleh Indonesia? Tidak cukupkah keringat dan darah (ketika mereka cedera) yang mereka keluarkan untuk nama Indonesia bisa menarik simpati Indonesia? Bayangkan kalau pertandingan yang dilakukan oleh Tim Merah-Putih adalah pertempuran guna mempertahankan kedaulatan Republik ini. Bayangkan kalau anda adalah satu dari sebelas orang yang ada di dalam stadion itu dan berusaha dengan susah payah untuk meraih kemenangan.
INDONESIA… DUKULANG MERAH PUTIH, KARENA KAU INDONESIA! Semoga tulisan ini mampu menggugah rasa nasionalisme masyarakat Indonesia.

Written by bang fiko

Juli 22, 2007 pada 12:19 pm

Ditulis dalam SPESIAL

Tagged with , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: