…berbagi cerita untuk semua

SIARAN LANGSUNG KUNJUNGAN PRESIDEN (CAPE DEEE…..)

with 3 comments

Hari Sabtu, tanggal 11 Agustus kemarin merupakan hari yang bersejarah bagi Propinsi Riau. Pada tanggal tersebut, orang nomor satu di Indonesia Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan ke Bumi Lancang Kuning ini. Tujuan awal kedatangan beliau ke Riau pertama adalah untuk meresmikan jembatan kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak, yaitu jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Setelah itu, SBY akan kembali ke Pekanbaru untuk kemudian mengikuti acara peringatan Isra’ mi’raj nasional yang berlangsung di Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru, malam harinya.Dua kegiatan Presiden RI Sabtu itu disiarkan langsung oleh TVRI Nasional dan Riau Televisi (RTV),TV swasta lokal di Pekanbaru.
Karena peraturan keamanan yang sangat ketat baik dari Paspanpres atau Aparat keamanan yang lain, RTV yang hanya memiliki 1 team liputan siaran langsung, harus menambah team dari luar untuk membantu tugas mereka. 1 team sudah ditempatkan di Siak 5 hari sebelum hari H. Sementara 1 acara yang di Pekanbaru (Peringatan Isra’ Mi’raj Nasional) akhirnya diserahkan ke Kantorku (Bidai Production).
“Gilaaaa!!!”, Demikian yang terlontar dari mulut teman-temanku sekantor. Kami belum punya pengalaman untuk melakukan siaran langsung. Memang sudah beberapa kali kami melakukan liputan untuk siaran tunda dengan menggunakan multi kamera. Tapi ini siaran Langsung dan dihadiri oleh SBY dan pejabat-pejabat penting dari Jakarta maupun Riau, serta duta-duta besar dari berbagai negara sahabat.
Namun tugas tetap harus dijalankan. Untuk latihan siaran langsung, kami memanfaatkan moment Riau Berzikir dalam rangka ulang tahun emas Propinsi Riau yang jatuh tanggal 10 Agustus atau sehari sebelumnya. Dan acara ini menjadi siaran langsung pertama kami. Alhamdulillah, walaupun ada kendala-kendala kecil, secara keseluruhan kami berhasil melaksanakan tugas tersebut dengan lancar.
Setelah selesai acara Riau Berzikir, kami mendapat tanggapan yang cukup baik dari pihak RTV selaku pemberi tugas.
Lewat dari tugas pertama, tugas yang sebenarnya (menurut kami :red) sudah menanti. Siaran langsung Peringatan Isra’ Mi’raj Nasional yang dihadiri oleh Presiden SBY. Masih dengan tim yang sama, kami melakukan pengesetan alat di Mesjid Agung, tanggal 10 jam 2 siang. Baru mulai mengeset alat, kami sudah mendapat teguran dari pihak protokoler kepresidenan. Menurut mereka kami tidak punya izin untuk meletakkan berbagai peralatan kami didalam ruangan. Pak Deden (Direktur Bidai Production) yang ikut turun langsung mengeset alat langsung dimarah-marahi oleh orang dari protokoler tersebut. Tapi setelah kami menjelaskan keberadaan kami disana yang akan melakukan siaran langsung besok malam, barulah diberi izin untuk mengeset alat. Itupun sangat dibatasi pergerakannya. titik-titik kamera yang kami anggap akan mendapat gambar yang bagus dipindahkan semua. Hanya TVRI nasional yang mendapat kebebasan meletakkan kamera.

5 JAM MENUNGGU MASUK GEDUNG
Lewat lagi ujian pada saat pengesetan alat. Semua sudah ditest dan sudah OK untuk siaran langsung. Tiba sekarang hari H.
Menurut peraturan keamanan, jam 2 siang seharusnya kami sudah berada dilokasi. Namun masalah baru muncul. Ternyata untuk masuk ke lokasi acara dibutuhkan ID Khusus Pers untuk kunjungan Presiden. Dan ternyata kami belum memiliki ID tersebut. Pihak Korem 031 Wirabima yang mengeluarkan kartu Pers tersebut membatasi jumlah yang bisa didapatkan oleh sebuah media. Jadinya hanya team Siak yang mendapat ID Card Pers. Sementara kami tidak mendapatkan ID tersebut. Jadinya kami harus menunggu untuk mendapatkan ID card yang dipakai oleh team siak untuk kami ganti fotonya dan kami gunakan untuk masuk ke lokasi acara. AN**NG!!! Pelanggaran hukum berat neh. Tapi cuma itu solusi dari pihak RTV. Dan sepertinya Bos kami juga setuju. Aku dan teman-teman sudah berusaha meyakinkan Bos kalo itu adalah pelanggaran. Tapi sepertinya tidak terlalu digubris. Akhirnya dari 10 ID Card yang kami butuhkan, kami berahasil mendapatkan 8 dari team Siak yang nyampe kembali di Pekanbaru jam 5 sore.
Setelah diganti fotonya, maka kami mulai masuk ke Lokasi Acara. Dua pintu keamanan yang harus kami lalui. Pintu pertama di gerbang masuk halaman Mesjid Agung. Setelah melalui pemeriksaan keamanan, kami harus mengisi absen Pers. Ada kejadian yang mendebarkan disini. Temanku Fauzan lupa nama siapa yang dipakai di ID Cardnya untuk ditulis di absen. Deg degan… akhirnya dengan kelihaian tangannya, Ia berhasil melirik ID Cardnya untuk melihat nama yang tertulis disitu. OK… pintu pertama berhasil kami lalui. Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore.
Sekarang pintu kedua. Pintu yang menjadi jalan masuk ke lantai 2 Mesjid Agung tempat acara. Sampai disini kami mendapat kesulitan untuk masuk. Dari 10 orang teamku, hanya 6 yang bisa masuk. Epat orang lagi termasuk aku, masih dilarang masuk. Feelingku mengatakan kalau kami tidak akan jadi melaksanakan siaran langsung ini. Mungkin itu masih mending ketimbang harus nginap di tahanan Korem karena ketahuan memalsukan foto seperti yang aku dan teman-teman bayangkan. Waaahhhh…. jangan sampai deh.
Akhirnya jam tujuh kurang seperempat, setelah melalui negosiasi yang berbelit-belit antara pihak RTV yang diwakili oleh Indra (Teknisi) dengan pihak Paspanpres dan protokoler Kepresidenan, kami berhasil masuk semuanya.
Sampai didalam, waktu untuk ngeset alat semakin sedikit. Para undangan sudah penuh di dalam ruangan. Semua alat kami nyalakan, dan upsss….. dari 4 kamera yang disiapkan, baru 2 yang berhasil connect ke Video Mixer. 2 lagi belum dapat. Sementara siaran langsung harus segera dimulai. Urip, bagian peralatan sibuk mengutak atik kabel… berbagai umpatan keluar dari mulutnya. bagaimana bisa kemarin sudah berhasil, sekarang kok 2 tidak nyala. Setelah di kroscheck ke kameramen, ternyata yang 1 titik tidak bisa dicapai karena dihalangi Paspanpres, sementara 1 titik lagi (Kamera Master) mengalami gangguan di kabelnya.
Jam 8 lewat, SBY memasuki ruangan. Gak ada waktu untuk memperbaiki kerusakan. Siaran Langsung harus dimulai. Masalah baru muncul. Sinyal HP diacak. Indra tidak bisa menghubungi stasiun TV untuk mengabari kesiapan kami untuk siaran langsung. Akhirnya aku mencoba mengambil inisiatif dengan mensuit gambar SBY yang sudah sampai dilokasi dengan OBB yang akan kami putar secara acak. Semoga di seberang sana mengerti kode yang kami berikan. Berhasil!!! pihak stasiun memberi respon. Siaran langsungpun bisa dimulai walaupun akhirnya hanya menggunakan 2 kamera. Waaahhhh…. akhirnya, walaupun dengan stok gambar yang sangat minim yang bisa kami dapatkan, kami berhasil melaksanakan tugas tersebut. Cape deeeee…….
Setelah acara aku mendapat pernyataan yang mengagetkan dari Indra. Pihak Keamanan telah mengetahui kalau kami telah melakukan pemalsuan foto. Hanya mungkin mereka berbaik hati karena sebelumnya juga sudah melihat kami ngeset alat disana. Upppsss…

Berikut ini tim yang terlibat dalam Siaran Langsung tersebut:
Direktur Bidai Production : DEDEN CHANDRA
Koordinator Lapangan merangkap Audio Mixing : TAUFIK ASMARA (me)
Kameramen : ANDRI dan TONOK (yang nyala), BENNY dan ZEV (gak nyala)
Video Mixing : FAUZAN
Operator Video Mixer : URIP
Presenter : FENNY ASTRI
Teknisi : INDRA (RTV)
Peralatan : KHAIRUL (RTV), SAMMY, DAYAT
Transportasi : ANTON dan DONNY

Untuk Paspanpres dan Pihak keamanan, maafkan kami….. Kami tidak bermaksud jelek melakukan semua itu. Jangan tangkap kami.
Untuk pemirsa setia RTV, itulah hasil maksimal yang bisa kami berikan malam itu…

Written by bang fiko

Agustus 12, 2007 pada 3:10 pm

Ditulis dalam PERSONAL

Tagged with ,

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. akakakakaka

    dah takud yah kena gap?
    ah kan gak kita yang cari pasal…
    lagian mana tega seh, sekejam-kejamnya PASPAMPRES kalo liat wajah imud kuh tetep…
    luluh jugah, kayag kemaren akhirnya kan masuk jugah, biyar juga kerjanya ancur he he he he

    jdes… gubrak….
    maapkan akuh pak pres…

    blackboxofpunx

    Agustus 14, 2007 at 2:40 pm

  2. hahaha3x. harus mode itu. Kalau indak, awak dilanguaknyo dek Paspampres itu.

    max

    Agustus 19, 2007 at 10:53 am

  3. hahahahhahahaha…bener2 pengalaman yg unik bag fiko….

    fenny astri

    Maret 17, 2010 at 2:06 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: