…berbagi cerita untuk semua

CERITA DI RUMAH BESAR TENTANG KISAH DI RUMAH KECIL

leave a comment »

Ext. Sebuah rumah besar. Sore
Tiga orang pemuda sedang duduk di teras sambil bercerita. Sesekali mereka tertawa.

PEMUDA 1:
Setahu aku.. Yang namanya orang miskin itu ya ribut terus di rumahnya. Namanya juga kelaparan.. (tertawa bersama teman-temannya)

Dissolve to:
Int. Sebuah ruangan di rumah yang kecil. Malam
Sepasang suami isteri sedang ribut. Sang isteri memarahi suaminya yang malas bekerja. Setiap hari hanya berjudi saja.

ISTRI
Pak… Kenapa sih bapak tidak mau kerja? Berjudi saja tiap hari! Kita kan butuh uang, Pak. Darimana kita akan dapat uang untuk beli beras?

Sang suami tidak terima dimarahi isterinya, balik memarahinya.

SUAMI:
Hallah… (mengibaskan tangannya) kamu itu yang seharusnya mencari uang. Kemarin sudah bagus kerja di kantor malah berhenti. Sekarang aku yang kamu suruh kerja..

Sang suami menghisap rokok yang berada di tangannya.

ISTERI
(masih emosi) Bang… Pak Joko itu mau ngajak aku tidur dengannya. Tentu saja aku tolak. Memangnya aku ini pelacur!

SUAMI
Halaaah… Tidur semalam aja apa susahnya sih? Yang penting sekarang uang…. (mengerak-gerakkan ibu Jari dan telunjuknya menggambarkan simbol uang)

ISTERI
Astaghfirullah, Bang.. Aku ini isterimu…

SUAMI
(Memotong omongan isterinya) Iya! Isteri yang tak pandai mencari uang!!
Sang suami berdiri meninggalkan isterinya.

Dissolve to
Ext. Sebuah rumah besar. Sore
Tiga orang pemuda sedang duduk di teras sambil bercerita. Sesekali mereka tertawa.

PEMUDA 2
Eh tapi kalau di sinetron-sinetron itu justeru sebaliknya yang banyak terjadi. Si isteri yang tak sadar miskin…

Ketiganya tertawa..

Dissolve to
Int. Sebuah ruangan di rumah yang kecil. Malam
Sepasang suami isteri sedang ribut. Sang isteri yang sudah tidak tahan hidup melarat, mencari uang dengan menjadi selingkuhan pria-pria kaya. Malam ini isternya baru saja pulang. Dandanannya tidak menggambarkan kalau dia berasal dari keluarga miskin.

SUAMI
Kamu dari mana sih, Dek? Jam segini baru pulang… Pakaianmu itu lagi… Kamu kok jadi berubah gini?

ISTERI
Abang nih… Bukannya bersyukur dapat isteri kayak aku. Aku ini cari uang, Bang. Uang yang banyak. Berapalah penghasilan abang berjualan roti bakar keliling itu… Makan sehari saja pas-pasan… Liat nih, Bang (mengeluarkan tumpukan uang seratus ribu dari dalam tasnya) ini lebih dari makan kita sebulan.. Bahkan aku bisa beli make up dan perhiasan untukku sendiri. (lalu berdiri dari tempat duduknya)

SUAMI
(Nada suara memerintah) Duduk dulu, aku belum selesai bicara! (isterinya duduk kembali). Dari mana kamu dapat uang sebanyak itu? Apa benar yang dikatakan para tetangga?

ISTERI
Halaaaah, Bang… Persetanlah apa kata tetangga… Mereka bisanya syirik aja.. Udah ah, Bang.. Aku capek. (berdiri dan berlalu meninggalkan suaminya)

SUAMI
(mengelus dada, memandangi isterinya yang berlalu) Astaghfirullahal azim…

Dissolve to
Ext. Sebuah rumah besar. Sore
Tiga orang pemuda sedang duduk di teras sambil bercerita. Sesekali mereka tertawa.

PEMUDA 3
Eh, kebetulan nih kita lagi membahas tentang kehidupan orang miskin. Tadi siang aku ketemu Pak Jamal. Apa yang dia ceritakan tentang kehidupannya sehari-hari, sama sekali jauh dari apa yang kalian bayangkan.

Dissolve to
Int. Sebuah ruangan di rumah yang kecil. Malam
Sepasang suami isteri baru selesai menunaikan Sholat Maghrib. Setelah selesai membaca do’a, keduanya ngobrol sambil melipat sejadah yang mereka pakai tadi.

SUAMI
Dek… Hari ini kamu masak apa?
ISTERI
(Sambil membuka mukenanya) Ikan goreng dengan tumis kangkung, Bang… Abang lapar? Sebentar saya beresi ini dulu ya.

SUAMI
Oh nggak… cuma nanya aja kok. Alhamdulillah kita masih bisa makan ya, Dek. Walaupun hidup kita pas-pasan. Tadi Abang melihat pengemis yang kelaparan sekali… Kasian dia.

ISTERI
(Sambil duduk di samping suaminya) Eh iya, Bang… Tadi pulang dari warung saya melihat suami isteri yang tinggal di rumah besar itu berkelahi lagi. Sekilas saya dengar, Isterinya minta uang belanja. Katanya uang belanja yang dikasih suaminya masih kurang. masa sih rumah sebesar itu…..

SUAMI
(memotong omongan istrinya) Hus…. Kamu kok jadi ngomongin orang sih, Dek? Berdosa tuh… Yasudah kita makan yuk. (Sambil berdiri merangkul isterinya) Yang penting kita itu hidup harus terus bersyukur…. Insyaallah nanti rezki kita akan dicukupkan Allah..

ISTERI
(Mengangguk sambil berjalan bersandar pada suaminya) Amiiin..

Dissolve to
Ext. Sebuah rumah besar. Sore
Tiga orang pemuda sedang duduk di teras. Ketiganya terlihat merenungi cerita yang baru saja diceritakan temannya.

Written by bang fiko

September 30, 2007 pada 3:50 pm

Ditulis dalam SKENARIO

Tagged with , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: