…berbagi cerita untuk semua

KEPUTUSAN

with 2 comments

INT. RUANG DOKTER SEBUAH RUMAH SAKIT – DAY

Dr. Linda sedang berdialog dengan seorang pria muda bernama Syamsul. Di atas meja praktek dokter tersebut terdapat lembaran kertas yang harus ditandatangani oleh pria muda ini. Keduanya terlihat serius. Sang pria terlihat memperhatikan kertas-kertas tersebut sambil memegang kepalanya seperti kebingungan atau sedang berusaha keras membuat keputusan.

DR. LINDA

BAGAIMANA PAK SYAMSUL… APAKAH ANDA SUDAH MEMBUAT KEPUTUSAN? SEMAKIN CEPAT SEMAKIN BAGUS PAK, BIAR KAMI BISA SEGERA MELAKUKAN OPERASI.

Sang Pria tidak mengeluarkan suara. Matanya tetap mengarah pada lembaran kertas diatas meja. Tapi pandangannya kosong. Kembali terdengar suara Dr. Linda bertanya. Kali ini agak keras.

DR. LINDA

BAGAIMANA PAK SYAMSUL? SAYA MASIH MENUNGGU KEPUTUSAN ANDA!

Syamsul masih bungkam. Pikirannya malah menerawang…

DISSOLVE TO:
INT. KAMAR TIDUR SYAMSUL DAN AIDA – NIGHT
Syamsul dan isterinya, Aida sedang ngobrol-ngobrol di tempat tidur. Mereka sedang membahasas tentang kesulitan yang mereka hadapi. Sudah lima tahun menikah, namun mereka belum dikaruniai seorang anak. Hal ini terjadi karena kandungan isterinya yang lemah yang menyebabkan selalu keguguran. Kali ini, isterinya baru pulang dari rumah sakit setelah dikuret.
Syamsul memandang isterinya yang berbaring disampingnya

SYAMSUL

BAGAIMANA KONDISIMU AIDA… MASIH TERASA MULAS-MULAS DAN PUSING?

Aida terus mengelus-ngelus perutnya.

AIDA

BAYI ITU SUDAH TIDAK BERADA DALAM PERUTKU LAGI, BANG….

Ia terisak, dan tangisnyapun semakin keras… rasa kehilangan bayinya membuat Aida depresi.
Syamsul menggeserkan badannya. Meraih kepala isterinya kemudian merangkul dan mencoba menenangkan isterinya.

SYAMSUL

ISTIGHFAR AIDA…. ISTIGHFAR… KITA HARUS TAWAKKAL. MUNGKIN ALLAH BELUM MEMBERIKAN KITA AMANAH UNTUK MEMILIKI ANAK..

Aida memotong omongan suaminya. Perasaan kecewa dan frustrasi terdengar dari nada bicaranya.

AIDA

INI SUDAH YANG KEEMPAT KALINYA, BANG! SETIAP AKU HAMIL, KITA SELALU KE RUMAH SAKIT. AKU MASUK KAMAR BERSALIN.. BERTERIAK KESAKITAN…. NAMUN TAK SEORANG BAYIPUN YANG KITA BAWA PULANG…

Tangisnya semakin keras… Aida melepaskan diri dari rangkulan suaminya, membalikkan badannya sehingga posisinya kini menyamping dan membelakangi suaminya. Syamsul tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya diam. Matanya pun mulai berkaca-kaca. Sebenarnya ia pun merasakan seperti yang dirasakan oleh isterinya. Namun Ia berusaha tetap tenang. menunjukkan rasa frustrasinya akan membuat istrinya semakin terpukul.

DISSOVE TO:
INT : RUANGAN DOKTER DI SEBUAH RUMAH BERSALIN – DAY
Suara Dr. Linda terdengar membuyarkan lamunan Syamsul

DR. LINDA

PAK SYAMSUL… BAGAIMANA?? KAMI MASIH MENUNGGU KEPUTUSAN BAPAK.

Syamsul tersadar… dia terlihat kebingungan.

SYAMSUL

EE.. MM.. MAAF DOKTER.. BOLEHKAH SAYA KELUAR SEBENTAR SAJA? SAYA INGIN MEMASTIKAN KEPUTUSAN SAYA.. DOKTER KAN TAHU BAGAIMANA BERATNYA SAYA HARUS MEMBUAT KEPUTUSAN INI..

Dr. Linda mengangguk

DR. LINDA

JANGAN LAMA-LAMA YA, PAK. ISTERI ANDA HARUS SEGERA DIBERI TINDAKAN.

SYAMSUL

BAIK DOKTER

Syamsul berdiri, kemudian beranjak meninggalkan meja dan keluar dari ruangan tersebut.

CUT TO:
EXT. TAMAN DI PEKARANGAN RUMAH SAKIT – DAY
Syamsul duduk disebuah bangku taman yang ada di pojok. Pikirannya kembali menerawang.

DISSOLVE TO:
INT. KAMAR RAWAT INAP DI RUMAH BERSALIN – DAY
Aida sedang berbaring di tempat tidur pasien. Perutnya terlihat membesar karena usia kandungannya yang sudah sembilan bulan. Sementara Syamsul duduk di tepi tempat tidurnya. tangannya terlihat erat memegang tangan isterinya. Sesekali ia membelai rambut isterinya. Keduanya terlihat sangat bahagia karena sebentar lagi mereka akan dikaruniai seorang anak.
Aida memandang mesra suaminya

AIDA

BANG… KALI INI KITA TIDAK AKAN PULANG TANPA BAYI LAGI.

Aida mengalihkan pandangannya menatap langit-langit kamar. Di bibirnya tersungging senyuman.

SYAMSUL

IYA SAYANG… INSYAALLAH KALI INI KITA AKAN DIBERI AMANAH UNTUK MENDAPATKAN SEORANG ANAK. AKU SUDAH MENYIAPKAN NAMA LHO… KALAU BAYINYA NANTI LAKI-LAKI….

Aida kembali menatap suaminya. Meletakkan jari di bibir suaminya. Kemudian memotong pembicaraan suaminya.

AIDA

BANG… NANTI SAJA MASALAH NAMANYA… YANG PENTING BAYINYA LAHIR DENGAN SEHAT DULU… YA…

Aida tersenyum memandang suaminya. Syamsul mengangguk

AIDA

BANG… ABANG HARUS JANJI YA, APAPUN KONDISINYA NANTI, ABANG HARUS MEMBAWA BAYI INI PULANG.

Syamsul mengerutkan kening, memandang isterinya dengan kebingungan.

SYAMSUL

MAKSUDMU APA, SAYANG?

Aida hanya tersenyum memandang suaminya dengan rasa sayang yang mendalam.

DISSOLVE TO:
EXT. TAMAN DI PEKARANGAN RUMAH SAKIT – DAY
Syamsul duduk dengan lesu. Pandangannya mengarah ke Sepasang suami isteri yang hendak menaiki mobil. Sang isteri terlihat mengendong seorang bayi. Mereka terlihat sangat bahagia. Airmatanya menitik. Ia tak sanggup lagi mengendalikan perasaannya. Isterinya sedang terbaring di Kamar Bersalin, menunggu keputusan yang harus dibuatnya.
Ia berdiri, beranjak meninggalkan bangku tersebut. Ia berjalan menuju ruang dokter. Sambil melangkah, Ia memalingkan pandangannya kembali melihat mobil yang dinaiki sepasang suami isteri tadi telah meninggalkan rumah sakit.

CUT TO:
INT. RUANG DOKTER DI SEBUAH RUMAH SAKIT BERSALIN – DAY
Dr. Linda masih duduk di kursinya. Syamsul kembali mengambil posisi duduk di depan meja, berhadapan dengan Dr. Linda. Ia kembali memperhatikan lembaran kertas yang ada di atas meja.

DR. LINDA

BAGAIMANA PAK SYAMSUL? ANDA SUDAH BISA MEMUTUSKAN SIAPA YANG AKAN KAMI SELAMATKAN? IBUNYA… ATAU BAYINYA..

Syamsul mengambil pena di atas meja. Memandang Dr. Linda

SYAMSUL

BOLEHKAH SAYA BERTANYA, DOKTER?

Dr. Linda mengangguk

SYAMSUL

JIKA DOKTER BERADA DI POSISI SAYA… APA YANG AKAN DOKTER LAKUKAN? KEPUTUSAN APA YANG AKAN DOKTER BUAT?

Dr. Linda diam. Ia tak mampu menjawab pertanyaan itu.
Syamsul kembali memperhatikan lembaran kertas di atas meja, mengambil salah satunya dan dengan perlahan ia akan menandatangani surat pernyataan itu.
FADE OUT:

FADE IN:
INT. KAMAR BERSALIN – DAY
Aida terlihat terbaring di tempat tidur. Ia tak sadarkan diri. Syamsul duduk di sisi tempat tidur, memegang erat tangan isterinya. Ia terlihat menitikkan air mata. Sementara dari pintu, Dr. Linda dan beberapa orang perawat masuk sambil membawa peralatan operasi.

SYAMSUL

MAAFKAN AKU AIDA…. MAAFKAN AKU..

Syamsul berdiri, melangkah keluar meninggalkan ruangan itu. Di pintu Ia kembali memandangi isterinya yang tengah terbaring tak sadarkan diri itu.
Perawat menghampiri pintu. Pintu ditutup.
FADE OUT

Written by bang fiko

September 30, 2007 pada 3:53 pm

2 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. sedih bgt

    ichaAwe

    Oktober 9, 2007 at 7:00 pm

  2. Kisah ini sebenarnya terinspirasi dari pengalaman pribadi aku dan isteriku. Hanya didramatisir lagi. Hehehe..

    AYAHAKSAN

    Oktober 16, 2007 at 2:54 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: