…berbagi cerita untuk semua

SAATNYA BERUBAH (Seabad Kebangkitan Nasional)

with 4 comments

Seabad Kebangkitan Nasional

“Jangan Mengeluh Tentang Kegelapan, Segera Nyalakan Lilin Untuk Menerangi.”

Kalau diambil maknanya, kira-kira begini:

“Ketika kita menghadapi permasalahan dalam kehidupan kita, jangan cuma mengeluh tentang permasalahan tersebut. Tapi segeralah mencari solusi untuk menyelesaikannya.”

Hal ini tentu juga berlaku dengan kondisi yang terjadi di sekitar kita atau negeri kita ini. Hendaknya setiap kita memiliki tekad/keinginan untuk berubah/memperbaiki kondisi yang terjadi, daripada kita terus berkeluh kesah, mengeluh, dan saling menghujat.

Berkaitan dengan pernyataan diatas, di dalam Al Quran (maaf, ayatnya lupa), Allah telah menjelaskan dengan tegas bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang ingin berubah.

Ayat dalam Al Quran ini pada tahun 70an telah menjadi semangat baru masyarakat Korea, sehingga bisa kita lihat bagaimana Korea sekarang telah menjadi satu kekuatan besar di Asia.

Jadi, kalau Korea bisa bangkit dengan satu ayat dalam Al Quran, kenapa bangsa kita yang mayoritas Muslim, yang setiap hari (minimal 5 kali dalam sehari) membaca ayat-ayat Al Quran, tidak bisa bangkit untuk memperbaiki keadaan.

Seabad lalu, generasi muda Indonesia telah berikrar untuk Satu Bangsa, Satu Tanah Air, dan Satu Bahasa, Indonesia. Kini, saatnya kita yang meneruskan semangat tersebut.

SAATNYA UNTUK BANGKIT! SAATNYA UNTUK BERUBAH!

(note: Uraian diatas penulis rangkum dari sebuah Khutbah Jumat dari seorang Ustadz yang ada di Pekanbaru)

Written by bang fiko

Mei 19, 2008 pada 11:37 pm

4 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. setuju mas, masyarakat kita kayaknya terlalu banyak mengeluh saja tanpa mau sedikit berpikir kreatif untuk bisa keluar dari keadaan yg sekarang…oh well, mudah2an momen ini bisa jadi trigger ya…

    taufikasmara: InsyaAllah, Mas… mudah-mudahan momentum Seabad Kebangkitan Nasional yang diperingati secara besar-besaran ini, tidak habis hanya sebatas seremonial. Semoga esensi maupun semangatnya dapat diambil oleh seluruh elemen bangsa Indonesia.

    fisto

    Mei 20, 2008 at 6:17 am

  2. Ondeh… alah manyalin khutbah lo liak Kry? alah samo jo saat SD dulu mah. Disuruah mencatat khutbah untuk nilai pelajaran agama

    taufikasmara: Bukan menyalin, Angku… tapi meresapi apo nan disampaian jo Khatib. Kalau mancatat, sudah Jumat tantu harus minta tanda tangan lo, ndak? hehehe

    max

    Mei 26, 2008 at 4:46 pm

  3. ayoo semangat…

    siap untuk berubah mas.. ayo.. semangat…

    taufikasmara: Hayooo…. semangaaattt!!!

    farieh

    Mei 27, 2008 at 4:52 am

  4. Setuju! Marilah kita menghemat waktu dengan berhenti mengeluh dan mulai menyusun langkah nyata. Merdeka!!!

    NB: Waduhhh pindah rumah rupanya? Apa betul rumah di sini lebih nyaman, bersih, listriknya jarang mati, dan aernya bersih?
    Tapi sayang gak ada shoutbox jadi gak bisa teriak-teriak. ;p

    taufikasmara: Kata temanku memang shoutbook itu ditiadakan untuk membiasakan membaca daripada teriak-teriak. Gitu lho Mbak… Sejauh ini lokasi rumah yang kutempati ini nyaman kok.

    Raatje

    Juni 17, 2008 at 2:47 pm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: