…berbagi cerita untuk semua

Posts Tagged ‘maia ahmad

STOP EKSPLOITASI ANAK!

with 32 comments

Tadi pagi nonton Inbox di tipi. Liat ada band baru yang muncul, namanya The Lucky Laki. Band yang terdiri dari 3  orang anak-anak ini sukup membuat aku surprise. Pertama karena mereka mainnya bagus dan lagunya juga enak, yang  kedua mereka ini adalah anak dari musisi yang sebenarnya jenius, tapi jelek dari sisi attitude nya. Siapa lagi kalo bukan Ahmad Dhani. Dan ketiga personil band tersebut adalah Al (gitar, vokal), El (Drum, Vokal) dan Dul (Bass, Vokal).
Tapi tenang aja… Postingan ini bukan infotainment yang akan membahas keberadaan band abaru itu atau gosip kedua orang tuanya (Dhani dan Maia), tapi ada yang menarik yang aku perhatikan dari wawancara sebelum mereka tampil.
Pada waktu itu sebuah pertanyaan diajukan oleh host-nya. Pertanyaannya sebagai berikut:
Host : Dengar-dengar kalian punya obsesi menjadi pemain bola ya? (Gak nyambung kan sama acaranya)
Al : Iya
Host : Jadi sebenarnya ingin jadi musisi atau pemain bola?
Al : Pemain Bola
Host : Yang nyuruh main musik siapa?
Al : Ayah (atau Papa atau Bapak.. lupa aku)
Trus pindah ke Dul
Host : Yang nagajarin main musik siapa?
Dul : Ada yang melatih di studio

Dst… dst…

Setelah itu mereka nyanyi dan memang lagunya enak sih, judulnya “Aku Bukan Superman”. ini lagu Mulan Jameela yang “Aku Bukan Wonderwoman” kali ye. Lirik lagunya menceritakan bahwa laki-laki gak boleh cengeng, karena kalo cengeng berarti lemah. Dan ketiga anak yang merangkap sebagai vokalis bergantian itu juga menyanyikan lirik yang berbunyi ‘maafkan karena kami tidak bisa menjadi seperti yang ayah inginkan’ (aneh ya… yang nyipatin kan ayahnya).

Ok, Back to the topic.

Beberapa waktu lalu kata istriku mereka bertiga juga pernah diwawancarai oleh sebuah program tivi. Pada saat itu ketiga anak ini ditanyain enak gak home schooling? dan jawaban mereka ‘gak enak!’ Karena gak punya teman. Menurut infotainment, ketiga anak ini dipaksa home schooling oleh ayahnya untuk menghindari pertemuan dengan mamanya (Maia). Kasian banget ketiga anak ini.

Intinya dari postingan ini adalah bahwa sebenarnya kita tidak bisa dan tidak boleh memaksakan si anak untuk menjadi seperti yang kita inginkan. Karena dalam psikologi disebutkan bahwa anak adalah makhluk yang unik. Tidak ada kelebihan dan kekurangan dalam diri anak, yang ada hanya keunikan.
Berkaca dari ilustrasi kisah Al, El, dan Dul, ketiganya sudah dengan amat sangat jelas mengatakan bahwa mereka ingin jadi pemain bola, tapi malah disuruh main musik. Sudah jelas-jelas mereka ingin sekolah biasa tapi masih dipaksa home schooling. Ini tentunya sangat berbahaya bagi perkembangan dan kreativitas si anak. Mereka menjadi korban dari perseteruan dan keegoisan orang tuanya sendiri.
Semoga kisah ini tidak dialami oleh anak-anak bangsa Indonesia, sehingga kita dapat melihat anak-anak yang tumbuh menjadi manusia-manusia yang cerdas, kreatif, dan tangguh.

Postingan ini juga aku dedikasikan untuk anakku Aksan yang lebih memilih menggambar dan sains ketimbang main drum atau main bola seperti yang kuinginkan.  Apapun yang Aksan inginkan, asalkan untuk kebaikan, InsyaAllah ayah dan bunda dukung dengan sepenuh hati.

Selamat Ulang Tahun ke-8.

Semoga menjadi anak yang berbakti kepada Nusa, Bangsa, Agama, dan kedua orang tua. Wish u All the best, Boy..

Written by bang fiko

April 16, 2009 at 5:07 pm